Lahat, jurnalsumatra.com – Sebanyak 27 Adegan dalam Reka Ulang (Rekuntrsi) yang dilaksanakan oleh unit Reskrim Polres Lahat, terhadap tersangka Ari Anggara (26) warga Giri Mulya Kecamatan Lahat, sebelum menghabiskan nyawa korban Ahmad Solihin (26) warga Blok C Jl Damai Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat.
Bahkan, terungkap dalam Rekuntrsi sebelum membunuh korban Ahmad Solihin, tersangka mempersembahkan segelah kopi, sebagai persembahan terakhir Ari Anggara. Kegiatan reka ulang tersebut, berlangsung sekitar satu jam, dan terungkap 27 Adegan tersangka Ari Anggara saat hendak membunuh korban Ahmad Solihin dengan TKP di Curup Ganya Kelurahan Kota Baru Kecamatan Lahat, digelar pada Kamis kemarin, diruang Kanit Pidum Polres Lahat.
Setelah itu, si Pelaku dengan sadis membunuh Ahmad Solihin memakai senjata tajam jenis parang. Kasus pembunuhan tersebut, terjadi pada tanggal 1 Desember 2020 di Jl Curup Ganya, Kelurahan Kota Baru Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat. “Benar, reka ulang yang baru sekarang kita lakukan ini, merupakan atas kasus pembunuhan Desember 2020 lalu, terhadap korban Ahmad Solihin oleh pelaku Ari Anggara dengan TKP di Jl Curup Ganya Kelurahan Kota Baru Lahat,” terang Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono S.Ik melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Kurniawi H Barmawi S.Ik disampaikan Kanit Pidum Polres Lahat IPDA Buddi Agus SE.
Menurut mantan Kanit Reskrim Polsekta Lahat ini, sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, korban mendatangi rumah tersangka. Setibanya di rumah, keduanya lantas duduk di sofa rumah sambil bermain Handphone. Ngobrol keduanya pun terus berlanjut, dan si Tersangka sempat menanyakan sepeda motor miliknya. Namun, korban Ahmad Solihin menjawab sudah digadaikan dan belum ditebus. Saat itulah, si Pelaku naik vital, keduanya kemudian masuk kerumah Pelaku dan kembali duduk di Sofa.
“Tak lama kemudian, korban berpindah kekasur kamar dan kemudian tertidur. Sedangkan, si Pelaku juga tertidur di Sofa kamar,” ujarnya. Lantas beberapa saat kemudian, dijelaskan Buddi Agus, korban dibangunkan oleh Neneknya Wana. Pelaku kemudian bangun dan juga membangunkan Ahmad Solihin. Sambil membangunkan, tersangka kemudian menawarkan kepada korban “ingin kopi hitam atau kopi susu”.
“Dari tawaran si Pelaku, dijawab korban ingin kopi hitam saja, lalu, Pelaku membuatkannya dan meletakkan kopi dimeja disamping korban tidur. Sadisnya, melihat korban masih berbaring dikasur sementara pelaku duduk di sofa. Entah setan apa yang telah merasuki TSK tiba tiba melihat Sajam jenis pisau, kemudian diambil dan tanpa basa basi lagi, Pelaku langsung mengibaskan Sajam tersebut, pada tubuh korban,” tambah Buddi Agus.
Komentar